PEMALANG, SeputarPemalang.id – Sejak mendaratnya megabintang asal Prancis, Kylian Mbappe, raksasa Spanyol Real Madrid justru seolah kehilangan taringnya di kancah elite Eropa. Dalam dua musim terakhir, langkah Los Blancos selalu terhenti secara menyakitkan di babak perempat final Liga Champions.
Ironisnya, mantan klub yang ditinggalkan oleh Mbappe, yakni Paris Saint-Germain (PSG), malah sukses mengangkat trofi Si Kuping Besar selama dua musim berturut-turut. Kondisi ini memunculkan narasi miring dari berbagai media internasional yang menyebutkan bahwa sang mesin gol justru membawa “kutukan” tersendiri bagi kubu El Real. Mbappe kerap dihujani kritik karena dinilai enggan turun membantu pertahanan dan kurang gigih dalam melakukan tekanan (pressing) kepada pemain lawan saat kehilangan bola.
Namun, secercah harapan besar kini menyelimuti publik Santiago Bernabeu seiring kehadiran pelatih bertangan dingin, Jose Mourinho. Sosok juru taktik asal Portugal ini dikenal memiliki mentalitas juara serta keahlian khusus dalam menjinakkan ego pemain-pemain berlabel bintang. Berbekal rekam jejak mentereng sebagai kampiun Liga Champions bersama FC Porto dan Inter Milan, Mourinho diyakini menjadi kepingan puzzle yang hilang untuk mengembalikan kejayaan Madrid.
Tanda-tanda kebangkitan itu mulai terlihat jelas. Di bawah komando Mourinho, Real Madrid sukses melewati masa pramusim tanpa satu pun kekalahan dan langsung menyapu bersih dua laga pembuka LaLiga dengan kemenangan sempurna.
Berdasarkan hasil undian Liga Champions yang baru saja tuntas digelar pada Kamis (27/8) malam, skuad asuhan Mourinho bersiap menghadapi deretan laga menantang melawan Inter Milan, Arsenal, PSV, Roma, RB Leipzig, Shakhtar, LASK, dan AEK Athens. Dengan DNA sebagai raja Eropa yang telah mengoleksi 15 trofi, patut dinantikan apakah tuah Mourinho mampu menghapus bayang-bayang ‘kutukan’ Mbappe dan membawa Madrid kembali ke singgasana tertinggi.