PEMALANG, SeputarPemalang.id – Banyak orang mengira bahwa jenis tontonan hiburan yang nirfaedah adalah penyebab utama turunnya daya pikir saat menggunakan aplikasi video pendek. Namun, fakta riset terbaru membongkar kenyataan yang jauh lebih mengejutkan: biang kerok utamanya bukanlah isi konten tersebut, melainkan gerakan jari kita sendiri saat melakukan usapan (swipe) tanpa henti di atas layar gawai.
Eksperimen membuktikan bahwa menonton video edukasi tentang sains sekalipun akan memberikan dampak penurunan fungsi kognitif yang sama buruknya dengan menonton video hewan lucu, asalkan keduanya ditonton dengan cara terus-menerus mengusap layar ke bawah. Interaksi usapan ini membuat konsumsi informasi menjadi sangat cepat, namun di saat yang bersamaan menguras emosi positif penggunanya.
Ketika interaksi usapan layar ini akhirnya dihentikan, pengguna sering kali justru merasa kurang puas, letih secara mental, atau merasa telah membuang-buang waktu secara sia-sia. Turunnya emosi positif inilah yang kemudian membuat otak kehilangan motivasi untuk berpikir jernih dan mendalam setelah bermain ponsel. Oleh karena itu, para pengembang teknologi disarankan untuk mulai merancang fitur jeda paksa di antara putaran video guna memutus siklus usapan layar yang berpotensi menjadi candu ini.
Sumber: Jurnal “Cyberpsychology: Journal of Psychosocial Research on Cyberspace” (Vol. 18, No. 3, 2024), diterbitkan oleh Fakultas Studi Sosial, Masaryk University.