Setiap armada bantuan rata-rata membawa sekitar 5.000 liter air bersih. Air tersebut kemudian dibagikan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari minum dan memasak hingga keperluan sanitasi.
Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui BPBD juga terus memperkuat penanganan dampak kekeringan. Selain mendistribusikan air secara berkala, pemerintah menyalurkan toren air serta perlengkapan pendukung lainnya ke wilayah yang mengalami krisis air.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang, Nurkholes, mengatakan distribusi air bersih menjadi langkah cepat pemerintah untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.
Namun, menurutnya, persoalan kekeringan tidak dapat ditangani pemerintah daerah seorang diri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar kebutuhan air masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.
“Penanganan kekeringan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah terus melakukan pemetaan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah terdampak,” katanya.