Logo Menu Utama
Kategori Utama

Kelezatan Siput Sawah Berkuah Rempah yang Penuh Nostalgia

24 Juli 2026 | 05:04 WIB 2 mnt baca
Makanan khas Pemalang olahan tutut dengan bumbu rempah. (dok. net)
Makanan khas Pemalang olahan tutut dengan bumbu rempah. (dok. net)

PEMALANG, SeputarPemalang.id — Di balik ragam olahan kuliner pesisir Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terdapat satu kudapan tradisional yang tergolong unik dan kaya akan nilai kebersamaan, yakni Keraca. Olahan berbahankan dasar siput sawah atau keong sawah ini telah lama menjadi santapan favorit masyarakat setempat, khususnya saat petang menyapa atau sebagai hidangan pembuka yang dinantikan saat musim Ramadhan. Keraca menyajikan cita rasa gurih dan pedas berpadu dengan aroma rempah yang pekat, di mana tekstur daging siput yang kenyal menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta kuliner khas daerah.

Kelezatan Keraca bersumber dari racikan kuah bumbunya yang melimpah dan kaya akan rempah-rempah alami. Siput sawah yang telah dibersihkan diolah bersama perpaduan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, serai, daun salam, kunyit, cabai, dan jahe. Kombinasi bumbu ini tidak hanya melahirkan rasa gurih dan pedas yang memanjakan lidah, tetapi juga memberikan efek hangat bagi tubuh usai menyantapnya. Untuk menjaga kualitas rasa dan kebersihan, proses pengolahan diawali dengan perendaman serta pembersihan cangkang secara cermat agar sisa lumpur persawahan benar-benar hilang sebelum masuk ke tahap perebusan.

Sensasi menyantap Keraca juga memberikan pengalaman unik yang tak ditemui pada hidangan lain. Sebelum dimasak, bagian Ujung belakang cangkang siput biasanya dipotong terlebih dahulu. Pemotongan ini bertujuan agar penikmatnya dapat menyedot daging siput secara langsung dari dalam cangkang bersamaan dengan kuah bumbunya yang gurih. Namun bagi yang belum terbiasa dengan teknik menyedot tersebut, daging siput tetap dapat dinikmati secara mudah menggunakan alat bantu sederhana seperti tusuk gigi.

Lebih dari sekadar jajanan pengganjal lapar, Keraca merupakan wujud kearifan lokal masyarakat Pemalang dalam memanfaatkan hasil alam perairan dan persawahan. Aktivitas menikmati Keraca sering kali menjadi sarana berkumpul yang menciptakan kehangatan, di mana momen menyantap siput satu per satu menghadirkan suasana santai dan penuh keakraban. Kesederhanaan bahan baku yang berpadu dengan ketepatan bumbu tradisional ini menjadikan Keraca tetap bertahan melintasi zaman sebagai salah satu kekayaan warisan kuliner yang mewarnai keanekaragaman rasa di Pemalang.

Komentar Pembaca (0)

Ingin menyampaikan tanggapan? Silakan masuk atau buat akun terlebih dahulu.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

ADVERTISE

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi

Berita Terbaru

Terkini
Tautan artikel berhasil disalin!