PEMALANG, SeputarPemalang.id – Lamine Yamal terus membuktikan kapasitasnya sebagai keajaiban muda di kancah sepak bola Eropa. Winger berusia 19 tahun tersebut baru saja sukses menggeser rekor Kylian Mbappe di kompetisi elite Liga Champions. Kepastian ini didapat setelah Yamal tampil sangat beringas dengan menyumbangkan satu gol dan dua assist pada laga perdana fase liga yang berlangsung di Camp Nou, Rabu (9/9/2026) malam WIB. Torehan fantastis ini membuat Yamal kini mengoleksi total 11 gol dan 10 assist sepanjang keikutsertaannya di turnamen tersebut. Keterlibatan langsung dalam 21 gol itu secara resmi menjadikannya sebagai pemain remaja paling kontributif dalam sejarah Liga Champions, melampaui rekor 20 keterlibatan gol yang selama ini digenggam oleh Mbappe.
Kontribusi luar biasa dari Yamal tersebut sekaligus menjadi kunci penting bagi Barcelona saat melibas tamunya, Feyenoord, dengan skor telak 5-1. Pesta gol skuad Blaugrana di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri turut diwarnai oleh aksi gemilang Raphinha yang sukses memborong dua gol. Pundi-pundi gol tuan rumah semakin lengkap berkat masing-masing satu gol tambahan yang dicetak secara apik oleh Karim Adeyemi dan Gabriel Jesus. Sementara itu, perlawanan tim tamu asal Belanda hanya mampu membuahkan satu gol hiburan melalui sontekan Sem Steijn yang tidak banyak mengubah jalannya laga.
Kemenangan besar atas Feyenoord ini semakin mempertegas dominasi absolut skuad asuhan Hansi Flick sejak awal bergulirnya musim kompetisi. Keganasan lini serang raksasa Catalan ini sejauh ini tampak mustahil untuk dibendung oleh barisan pertahanan lawan mana pun. Hal ini terbukti dari keberhasilan mereka menyapu bersih lima pertandingan perdana musim ini dengan gelontoran total 22 gol dan hanya kebobolan dua kali. Sebelum menghancurkan Feyenoord, Barcelona telah lebih dulu menggelar pesta gol dengan membantai Elche 5-0, melumat Rayo Vallecano 5-2, menghabisi Valencia 5-0, serta menundukkan perlawanan alot Athletic Bilbao dengan skor 2-0.
Menariknya, rentetan hasil kemenangan telak yang diraih secara beruntun ini rupanya belum sanggup membuat sang pelatih kepala, Hansi Flick, merasa puas sepenuhnya. Juru taktik asal Jerman tersebut mengingatkan bahwa perjalanan musim masih sangat panjang hingga bulan Mei mendatang, sehingga para pemain dituntut untuk tidak cepat merasa di atas angin. Flick secara tegas menyatakan bahwa staf pelatih akan terus melakukan analisis mendalam di tempat latihan karena ia sangat meyakini bahwa Lamine Yamal dan kolega masih memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang dan menampilkan level permainan yang jauh lebih mematikan.