PEMALANG, SeputarPemalang.id — Kabupaten Pemalang memiliki beragam kebudayaan unik yang kental dengan aura supranatural, salah satunya adalah Brendung atau Seni Brendung. Kesenian tradisional Pemalang yang menggunakan boneka ini menyajikan pertunjukan berbalut ritual mistis yang unik dan mendebarkan bagi siapa saja yang menyaksikannya.
Bentuk boneka Brendung memiliki wujud yang sangat khas, di mana bagian kepalanya dibuat dari siwur atau gayung air tradisional dari tempurung kelapa, sementara bagian kerangkanya terbuat dari susunan bambu yang dirias sedemikian rupa hingga menyerupai sesosok wanita.
Mirip dengan permainan Jaelangkung, prosesi pertunjukan ini berpusat pada ritual mistis yang dipimpin oleh seorang pawang. Setelah sang pawang membacakan mantra khusus dan membakar kemenyan, boneka Brendung akan dimasuki oleh roh halus. Ciri khas gerakan tarian ini terlihat begitu roh masuk, di mana boneka tersebut akan mendadak menjadi sangat berat lalu mulai menari atau bergerak mengikuti alunan irama musik terbang atau rebana.
Secara fungsi tradisi, kebiasaan ini memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat lokal di masa lampau. Dulunya, warga di Dukuh Kaso, Comal, memainkan Brendung sebagai sarana ritual mistis untuk memohon hujan saat menghadapi musim kemarau panjang maupun sebagai sarana untuk menolak bala. Hingga kini, keberadaan seni boneka mistis ini tetap menjadi bagian dari khazanah kebudayaan tradisional daerah yang sarat akan nilai sejarah.