PEMALANG, SeputarPemalang.id – Produksi jeruk lemon di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, terus menunjukkan potensi besar. Komoditas hortikultura yang tumbuh subur di kawasan pegunungan tersebut kini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat setempat.
Saat musim panen tiba, pengiriman jeruk lemon dari Clekatakan mencapai puluhan ton setiap hari. Hasil produksi tersebut dipasarkan ke sejumlah daerah, dengan Jakarta dan Semarang menjadi tujuan utama.
Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengatakan budidaya jeruk lemon memberikan keuntungan cukup menjanjikan bagi petani. Tingginya produksi juga diimbangi dengan penyerapan pasar yang relatif baik.
“Untuk harga bervariasi, tetapi saya pastikan hasil panen semua terserap. Artinya, semuanya bisa terjual sehingga para petani memperoleh keuntungan,” ujar Sutrisno, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, pemasaran hasil panen telah dikelola melalui satu pintu. Pola tersebut dinilai memudahkan petani dalam menjual hasil produksi sekaligus mengurangi risiko lemon menumpuk dan terbuang karena tidak terserap pasar.
“Jadi petani tidak kesulitan dalam menjual hasil panennya. Semua sudah diakomodir dan terserap,” katanya.
Potensi budidaya lemon di Clekatakan turut didukung kondisi geografis desa yang berada di kawasan dataran tinggi. Lingkungan pegunungan dengan karakteristik lahan dan iklim yang sesuai menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman tersebut.
Dampak ekonomi dari komoditas lemon pun tidak hanya dirasakan petani. Aktivitas panen, pengumpulan, pengemasan hingga distribusi turut membuka peluang pendapatan bagi warga yang terlibat dalam rantai usaha tersebut.
Dengan produksi yang melimpah dan pasar yang terus menyerap hasil panen, jeruk lemon semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu komoditas unggulan Desa Clekatakan. Bagi masyarakat, lemon bukan sekadar hasil pertanian, tetapi telah berkembang menjadi sumber penggerak ekonomi pedesaan.