Logo Menu Utama
Kategori Utama

Pesona Curug Bengkawah Pemalang: Keindahan Air Terjun Kembar yang Cocok untuk Wisata Alam

Aryanto 09 Agustus 2026 | 14:03 WIB 2 mnt baca
Pemandangan asri air terjun kembar Curug Bengkawah di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, yang dikelilingi oleh tebing granit dan pepohonan hijau rindang. (Foto: Ilustrasi/Dok. Istimewa)
Pemandangan asri air terjun kembar Curug Bengkawah di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, yang dikelilingi oleh tebing granit dan pepohonan hijau rindang. (Foto: Ilustrasi/Dok. Istimewa)

PEMALANG, SeputarPemalang.id — Bagi wisatawan yang sedang mencari ketenangan dan ingin melepas penat dari rutinitas harian, Curug Bengkawah bisa menjadi destinasi wisata alam yang tepat. Terletak di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, objek wisata ini menawarkan pesona air terjun kembar yang mengalir berdampingan dengan ketinggian sekitar 20 hingga 30 meter. Suasana di sekitar curug terasa sangat asri karena dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang, tebing granit, serta hembusan udara yang sejuk.

Akses menuju lokasi wisata ini sudah tergolong mudah karena jalanannya telah dibeton dan aman untuk dilewati. Untuk menikmati panorama alam yang memukau ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni pada kisaran Rp6.000 hingga Rp10.000, ditambah dengan retribusi parkir kendaraan sekitar Rp5.000. Dari area parkir, wisatawan harus berjalan kaki menuruni jalur berupa undakan tangga selama kurang lebih 5 hingga 15 menit. Jalur ini menawarkan pengalaman petualangan ringan dengan pemandangan pedesaan yang melewati area persawahan dan aliran sungai kecil. Namun, pengunjung dituntut untuk ekstra berhati-hati, terutama di musim hujan, karena jalanan menurun tersebut belum dilengkapi pegangan dan kondisinya bisa menjadi sangat licin serta berlumut.

Waktu yang paling direkomendasikan untuk mengunjungi Curug Bengkawah adalah pada saat musim kemarau. Ketika musim hujan tiba, debit air terjun akan menjadi sangat deras, rawan banjir, dan kondisi airnya cenderung terlihat keruh kecokelatan. Wisatawan yang ingin menghindari keramaian sangat disarankan untuk datang pada pagi hari, misalnya sekitar pukul 06.30, guna mendapatkan suasana yang sepi, adem, dan terbebas dari antrean. Meskipun pemandangan air terjunnya sangat menggoda, pihak pengelola telah memasang peringatan bahaya larangan berenang atau mandi di kolam utama karena arus air yang cukup kuat dan dalam.

Di samping keindahan pemandangan airnya, kawasan curug ini juga masih menjadi habitat alami bagi satwa liar seperti ular dan sekawanan kera. Pengunjung diimbau untuk selalu waspada dan turut menjaga kelestarian lingkungan, mengingat kebersihan di area pinggiran curug dan sungai masih sering dikeluhkan akibat menumpuknya sampah plastik yang ditinggalkan wisatawan. Terkait fasilitas umum pendukung, musala dan toilet sebenarnya sudah tersedia di kawasan ini. Hanya saja, letak fasilitas tersebut berada di area atas yang berdekatan dengan lokasi parkir, sehingga pengunjung harus menaiki kembali anak tangga yang cukup menguras tenaga jika ingin menggunakannya.

Komentar Pembaca (0)

Ingin menyampaikan tanggapan? Silakan masuk atau buat akun terlebih dahulu.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

ADVERTISE

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi

Berita Terbaru

Terkini
Tautan artikel berhasil disalin!