Logo Menu Utama
Kategori Utama

Sejarah Kabupaten Pemalang: Jejak Panjang dari Masa Kuno hingga Penetapan Hari Jadi

Aryanto 31 Juli 2026 | 21:24 WIB 4 mnt baca
Pemandangan kawasan pesisir Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, wilayah utara Jawa Tengah yang memiliki rekam sejarah panjang sejak masa prasejarah hingga era peradaban modern. (Foto: Istimewa)
Pemandangan kawasan pesisir Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, wilayah utara Jawa Tengah yang memiliki rekam sejarah panjang sejak masa prasejarah hingga era peradaban modern. (Foto: Istimewa)

PEMALANG, SeputarPemalang.idPemalang merupakan salah satu kabupaten di pesisir utara Provinsi Jawa Tengah yang memiliki sejarah panjang, jauh sebelum terbentuk sebagai wilayah administrasi modern. Berbagai bukti arkeologis, catatan sejarah, serta kajian akademis menunjukkan bahwa kawasan ini telah dihuni sejak masa prasejarah dan berkembang menjadi daerah yang memiliki peran penting dalam dinamika politik maupun kebudayaan di Pulau Jawa.

Jejak Peradaban Awal

Menurut Pemerintah Kabupaten Pemalang, eksistensi wilayah Pemalang dapat ditelusuri melalui sejumlah temuan arkeologis yang tersebar di berbagai lokasi. Di antaranya adalah punden berundak dan situs pemandian kuno di wilayah Moga, arca Ganesha, lingga, makam kuno, serta batu nisan di Desa Keropak. Selain peninggalan bercorak Hindu-Buddha, ditemukan pula situs-situs yang menunjukkan masuk dan berkembangnya Islam, seperti makam Syekh Maulana Maghribi di kawasan Ulujami serta makam Sayyid Ngali yang diyakini memiliki hubungan dengan penyebaran Islam di Jawa.

Temuan-temuan tersebut memperlihatkan bahwa wilayah Pemalang telah menjadi ruang interaksi budaya dan keagamaan selama berabad-abad.

Pemalang pada Masa Kerajaan

Catatan sejarah yang dikutip Pemerintah Kabupaten Pemalang menyebutkan bahwa pada tahun 1575, Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa yang dipimpin oleh seorang penguasa setempat. Informasi tersebut merujuk pada catatan perjalanan Rijklof van Goens dan tulisan W. Fruin Mees mengenai kondisi politik Jawa pada abad ke-16.

Dalam perkembangan berikutnya, wilayah Pemalang berada di bawah pengaruh Kesultanan Mataram setelah ekspansi yang dilakukan oleh Panembahan Senapati dan dilanjutkan oleh Panembahan Seda ing Krapyak. Sejak saat itu, Pemalang menjadi bagian dari struktur pemerintahan Mataram yang kemudian mengalami berbagai perubahan pada masa kolonial Belanda.

Penetapan Hari Jadi Kabupaten Pemalang

Penetapan Hari Jadi Kabupaten Pemalang melalui proses kajian sejarah yang melibatkan para sejarawan dan tim khusus bentukan pemerintah daerah. Hasil kajian tersebut kemudian menetapkan 24 Januari 1575 sebagai Hari Jadi Kabupaten Pemalang.

Tanggal tersebut bertepatan dengan Kamis Kliwon, 1 Syawal 1496 Je atau 982 Hijriah, dan secara resmi ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang.Penetapan ini dimaksudkan sebagai tonggak historis yang mampu menumbuhkan rasa cinta daerah, memperkuat identitas masyarakat, serta menjadi momentum untuk membangun semangat persatuan dan pembangunan daerah.

Makna Filosofis Hari Jadi

Tahun 1575 diwujudkan dalam bentuk Surya Sengkala “Lungiding Sabda Wangsiting Gusti”, yang mengandung makna tentang kebijaksanaan, ajaran, pesan-pesan luhur, dan ketuhanan. Sementara penanggalan Jawa diwujudkan melalui Candra Sengkala “Tawakal Ambuka Wahananing Manunggal”, yang mengandung filosofi berserah diri kepada Tuhan sebagai jalan menuju persatuan.Kabupaten Pemalang juga memiliki sesanti “Pancasila Kaloka Panduning Nagari”, yang bermakna bahwa nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman utama dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Pemalang dalam Era Modern

Setelah Indonesia merdeka, Kabupaten Pemalang menjadi bagian dari daerah otonom di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di Lingkungan Provinsi Jawa Tengah. Sejak saat itu, Pemalang terus berkembang sebagai daerah agraris sekaligus kawasan perdagangan yang strategis di jalur Pantai Utara Jawa.

Dengan posisi geografis yang menghubungkan wilayah barat dan timur Pulau Jawa, Pemalang tumbuh sebagai pusat pertanian, perikanan, perdagangan, serta industri kecil yang menopang perekonomian masyarakat.

Penutup

Sejarah Kabupaten Pemalang tidak hanya mencerminkan perjalanan sebuah wilayah administratif, tetapi juga menggambarkan proses panjang pembentukan identitas masyarakat yang berakar pada warisan budaya, perkembangan kerajaan-kerajaan di Jawa, penyebaran agama, hingga dinamika pemerintahan modern. Penetapan Hari Jadi pada 24 Januari 1575 menjadi simbol penghormatan terhadap perjalanan sejarah tersebut sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya, persatuan, dan semangat pembangunan bagi generasi mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Ingin menyampaikan tanggapan? Silakan masuk atau buat akun terlebih dahulu.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

ADVERTISE

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi

Berita Terbaru

Terkini
Tautan artikel berhasil disalin!