PEMALANG, SeputarPemalang.id — Di balik alunan musik tradisional dan bau harum kemenyan, ada satu kesenian khas pesisir utara Jawa yang selalu bikin merinding sekaligus penasaran, yaitu Tari Sintren. Tarian ini bukan cuma sekadar pertunjukan seni biasa, tapi juga pertunjukan mistis karena penarinya bergerak di bawah pengaruh makhluk halus.
Daya tarik utama Tari Sintren ada pada prosesi penampilannya yang sulit dihitung dengan akal sehat. Seorang gadis muda yang masih polos diawali dengan diikat rantai secara erat, lalu dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang ditutupi kain rapat. Di luar kurungan, pawang akan membacakan mantra-mantra khusus.
Hanya dalam hitungan detik di dalam kurungan yang gelap, hal aneh terjadi. Saat kurungan dibuka, ikatan rantai di tubuh penari sudah lepas sendiri. Penari tersebut bahkan sudah berganti pakaian cantik lengkap dengan kacamata hitam, lalu mulai menari dengan gerakan gemulai dalam kondisi tidak sadarkan diri alias kesurupan.
Masyarakat percaya bahwa tubuh penari Sintren telah dirasuki oleh roh halus yang dipanggil oleh pawang. Uniknya lagi, setiap kali ada penonton yang melempar uang ke panggung, penari akan langsung pingsan mendadak. Ia baru bisa bangun dan menari lagi setelah diwangi-wangi dan dimantrai kembali oleh sang pawang.
Aksi yang penuh teka-teki dan suasana mistis ini membuat Tari Sintren selalu berhasil memikat perhatian penonton. Kesenian ini menjadi bukti bagaimana tradisi lama di pesisir Jawa masih menyimpan cerita misterius yang terus diperbincangkan sampai sekarang.
Editor: Aryanto

