
Ketekunannya membagi waktu antara tugas sebagai pejabat publik dan peternak membuat Andi dikenal luas oleh rekan-rekan maupun masyarakat sekitar. Bahkan, ia memiliki julukan yang cukup akrab di telinga warga.
“Itulah kenapa teman-teman memanggil saya Andi Wedus, karena saya dikenal peternak wedus (kambing),” pungkasnya sambil tersenyum.
Kisah Andi Susanto menjadi gambaran bahwa profesi sebagai ASN tidak menghalangi seseorang untuk tetap menekuni usaha produktif di sektor peternakan. Konsistensinya menjaga usaha yang telah dirintis sejak bertahun-tahun lalu menjadi inspirasi bahwa kerja keras, kesederhanaan, dan kedekatan dengan dunia pertanian dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
Editor: Aryanto

