PEMALANG, SeputarPemalang.id — Sahabat Muslim, di tengah kesibukan aktivitas pagi kita yang padat, pernahkah kamu meluangkan waktu sejenak untuk menunaikan shalat Dhuha? Ibadah sunnah yang dikerjakan pada pagi hari ini ternyata menyimpan keistimewaan luar biasa bagi siapa saja yang rutin menjalankannya.
Bukan sekadar penarik rezeki, Rasulullah SAW dalam berbagai hadits telah menguraikan begitu banyak keutamaan shalat Dhuha. Mulai dari limpahan ampunan dosa hingga perannya yang sangat penting dalam menjaga kedekatan spiritual seorang Muslim dengan Sang Pencipta.
Penasaran apa saja keutamaan dahsyat di balik dua rakaat atau lebih shalat Dhuha yang kita kerjakan? Mari kita ulas bersama lima keistimewaannya berikut ini!
- Dibuatkan Istana di Surga
Bayangkan jika kamu dibangunkan sebuah istana yang indah di akhirat kelak! Rasulullah SAW menerangkan bahwa siapa saja yang menunaikan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat akan memperoleh ganjaran yang sangat mulia tersebut.
Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sabda beliau:
مَنْ صَلَّى الضُّحَى اِثْنَتَي عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اَللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
Artinya: “Barang siapa sholat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR Tirmidzi)
- Diampuni Dosa-Dosanya Walau Sebanyak Buih di Lautan
Siapa di antara kita yang tidak ingin dosanya diampuni? Shalat Dhuha menjadi salah satu jalan turunnya ampunan Allah SWT, terlebih jika kamu mengamalkannya secara istiqamah dan berkesinambungan setiap pagi.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ
Artinya: “Barang siapa yang dapat mengamalkan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)
- Menjadi Sedekah Pengganti untuk Seluruh Persendian Tubuh
Tahukah kamu bahwa setiap persendian pada tubuh kita memiliki kewajiban sedekah setiap harinya? Luar biasanya, dengan menunaikan dua rakaat shalat Dhuha saja, seluruh kewajiban sedekah persendian itu sudah terpenuhi!
Rasulullah SAW menuturkan dalam haditsnya:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
Artinya: “Ada sedekah atas seluruh tulang (persendian) salah seorang dari kalian. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar makruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat sholat dhuha mencukupi semuanya itu.” (HR Muslim)
- Disebut Sebagai Shalatnya Kaum Awwâbîn
Apakah kamu termasuk golongan orang yang ingin selalu kembali kepada Allah SWT? Shalat Dhuha dikenal sebagai ibadahnya kaum awwâbîn, yaitu hamba-hamba yang senantiasa bertaubat dan berusaha menjaga hubungan spiritual dengan Allah.
Sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi SAW:
لَا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ. قَالَ: وَهِيَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ
Artinya: “Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah (dengan tobat). Sholat dhuha adalah sholat orang-orang yang awwâbîn.” (HR Al-Hakim)
- Keutamaan Bertingkat Sesuai Jumlah Rakaat yang Dikerjakan
Makin banyak rakaat yang kamu tunaikan, makin berlipat ganda pula pahala yang bisa kamu dapatkan. Mulai dari dicatat sebagai orang yang tidak lalai hingga dibangunkan rumah di surga, semua bergantung pada keikhlasan dan jumlah rakaatmu.
Simak riwayat dari Abdullah bin Amr berikut saat ia bertanya kepada Abu Dzar RA mengenai sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: لَقِيتُ أَبَا ذَرٍّ، فَقُلْتُ: يَا عَمُّ اقْبِسْنِى خَيْرًا. فَقَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ: إِنْ صَلَّيْتَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لَمْ تُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا أَرْبَعًا كُتِبْتَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا سِتًّا كُتِبْتَ مِنَ الْقَانِتِينَ، وَإِنْصَلَّيْتَهَا ثَمَانِيًا كُتِبْتَ مِنَ الْفَائِزِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا عَشْرًا لَمْ يُكْتَبْ لَكَ ذَلِكَ الْيَوْمَ ذَنْبٌ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللهِ لَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
Artinya: “Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Aku bertemu Abu Dzar RA., lalu berkata: Wahai paman, berilah aku satu kebaikan. Ia menjawab: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana kamu bertanya kepadaku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: Jika kamu sholat dhuha dua rakaat, kamu tidak dicatat sebagai orang lalai, jika empat rakaat dicatat sebagai orang berbuat baik, jika enam rakaat dicatat sebagai orang taat, jika delapan rakaat dicatat sebagai orang beruntung, jika sepuluh rakaat maka pada hari itu tidak dicatat dosa bagimu, dan jika dua belas rakaat maka Allah membangunkan untukmu rumah di surga.” (HR Al-Baihaqi)
Masya Allah, sungguh luar biasa bukan keutamaan shalat Dhuha ini? Yuk, kita usahakan untuk selalu meluangkan waktu di pagi hari demi menjaga amalan sunnah ini. Sudahkah kamu shalat Dhuha hari ini?