PEMALANG, SeputarPemalang.id – Makanan khas Pemalang yang terkenal dan legendaris salah satunya adalah tahu dongkal. Jenis tahu satu ini berciri khas yang mencolok, yaitu warna kuning terang dengan tekstur kenyal.
Tahu dongkal merupakan makanan khas Pemalang yang menjadi salah satu ikon di Kabupaten Pemalang bagian selatan, tepatnya di wilayah Kecamatan Randudongkal. Selain sebagai lauk, tahu dongkal kerap diburu untuk oleh-oleh beberapa kalangan yang berkunjung ke wilayah ini.
Pusat produksi tahu ini berada di Dukuh Parud, Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal. Sebuah kecamatan mungil yang berada di bagian selatan dekat pegunungan.
Dikenal dengan sebutan tahu dongkal, karena pusat pembuatan makanan berbahan kedelai ini berada di Randudongkal.
Bentuk tahu dongkal yakni kotak seperti tahu-tahu pada umumnya. Namun tahu ini dominan berwarna kuning cerah. Warna mencolok itu dihasilkan karena proses pembuatannya dicampuri kunyit. Tahu dongkal berbahan baku kedelai yang dimasak pada suhu 100 derajat celsius, dengan tambahan bumbu garam yang langsung dicampur dengan air pada saat perebusan, membuat tahu ini memiliki rasa gurih asin yang sempurna.

Tahu dongkal tidak menggunakan bahan pengawet sehingga dapat langsung dimakan, tanpa harus digoreng atau dimasak terlebih dahulu.
Salah seorang penjual tahu dongkal, Dita (30), mengatakan bahwa ia telah berjualan sekitar 7 tahun, meneruskan orang tuanya. Omzet penjualan pun terbilang stabil, berkisar 1500 tahu setiap harinya. Harga satu tahu untuk ukuran kecil Rp1200, sedangkan untuk ukuran besar Rp2500.

“Saya meneruskan usaha ibu, dagang tahu di pasar Randudongkal, sekitar sudah 7 tahun, kalau ibu saya sudah puluhan tahun. Turun temurun dari keluarga,” kata Dita di tempat jualannya, Senin (27/7/2026).
“Alhamdulillah penjualan stabil, apalagi kalau ada rombongan wisata biasanya suka mampir memborong untuk oleh-oleh,” pungkasnya.
Editor: Aryanto

