PEMALANG, SeputarPemalang.id – Kue apem Wanarata menjadi salah satu jajanan tradisional khas Kabupaten Pemalang yang hingga kini masih bertahan dan digemari masyarakat. Dibuat secara turun-temurun oleh warga Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang, kue mungil bercita rasa manis dan legit ini bahkan mulai dikenal hingga ke luar daerah.
Apem Wanarata memiliki ciri khas pada warna cokelat pekat yang berasal dari penggunaan gula merah. Teksturnya empuk dengan rasa manis yang kuat, namun tetap menghadirkan cita rasa khas jajanan tradisional.
Penggunaan bahan alami menjadi salah satu daya tarik apem Wanarata. Kue ini juga masih menggunakan daun pisang sebagai alas sekaligus pembungkusnya. Sentuhan tersebut membuat apem tidak hanya memiliki cita rasa tradisional, tetapi juga mempertahankan karakter kuliner khas pedesaan.
Salah seorang penggemar apem Wanarata, Seila (36), mengaku kerap membeli kue tersebut untuk camilan. Menurutnya, rasa legit dari gula merah menjadi alasan utama dirinya menyukai apem khas Wanarata.
“Saya biasa beli, paling suka rasanya, legitnya itu gula merah asli,” kata Seila, Kamis (10/9/2026).
Selama ini, pemasaran apem Wanarata masih banyak mengandalkan aktivitas perdagangan di sekitar pasar desa. Kue tersebut biasanya tersedia pada hari pasaran, yakni Senin, Kamis, dan Sabtu.
Namun, produksi tidak hanya dilakukan saat hari pasaran. Para pembuat apem juga menerima pesanan dalam jumlah tertentu, terutama untuk kebutuhan berbagai acara, seperti pesta, hajatan, maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Perkembangan teknologi turut mengubah pola pemasaran jajanan tradisional tersebut. Jika sebelumnya pembeli harus datang langsung ke pasar atau memesan dari pembuatnya, kini apem Wanarata mulai dipasarkan melalui media sosial dan aplikasi daring.
Perubahan pola pemasaran ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha rumahan di Desa Wanarata. Jangkauan konsumen tidak lagi terbatas pada lingkungan pasar desa, tetapi dapat berkembang ke wilayah lain melalui pemesanan secara online.
Di tengah gempuran berbagai jenis makanan modern, keberadaan apem Wanarata menjadi gambaran bahwa jajanan tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Cita rasa khas, penggunaan bahan alami, serta cara penyajian yang mempertahankan tradisi menjadi kekuatan yang membuatnya tetap bertahan.
Apem Wanarata pun bukan sekadar jajanan pasar. Di balik ukurannya yang mungil, terdapat tradisi kuliner sekaligus aktivitas ekonomi warga yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.
Dengan pengemasan, pemasaran, dan promosi yang semakin modern tanpa meninggalkan cita rasa aslinya, apem Wanarata berpeluang menjadi salah satu produk kuliner khas Pemalang yang semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas.