PEMALANG, SeputarPemalang.id — Kala petang menyapa dan udara pesisir mulai dingin, masyarakat Pemalang, Jawa Tengah, memiliki racikan kuliner andalan untuk menghangatkan tubuh. Dikenal dengan nama Lontong Dekem, hidangan tradisional berkuah gurih ini menyajikan keunikan rasa yang bersumber dari kekayaan rempah Nusantara.
Nama dekem sendiri berasal dari dialek lokal yang berarti “terendam”. Istilah ini merujuk pada teknik penyajiannya yang unik. Sebelum dihidangkan kepada pembeli, irisan lontong di dalam mangkuk disiram kuah hangat, kemudian kuah tersebut dituangkan kembali ke dalam kuali. Proses menyiram dan menguras kuah ini dilakukan berulang kali hingga lontong benar-benar meresap dan terendam sempurna (dekeman).
Kekayaan Rasa dan Racikan Khas
Satu porsi Lontong Dekem menyajikan kombinasi bahan yang kaya tekstur dan warna. Lontong yang dimasak dalam balutan daun pisang menghasilkan warna kehijauan alami, tekstur yang lembut, serta aroma harum yang khas.
Berikut adalah elemen utama yang membentuk kelezatan hidangan ini:
- Kuah Santan Rempah: Kuah berwarna kuning keemasan ini sepintas menyerupai gulai atau opor, namun memiliki konsistensi yang lebih encer.Sensasi rasa pedas yang muncul bukan berasal dari cabai, melainkan dari penggunaan serai dan rempah-rempah yang menghangatkan tubuh.
- Pelengkap Autentik: Sajian ini ditaburi serundeng kelapa, bawang goreng, serta rempahan kerupuk mie khas kawasan pantai utara (pantura) yang memberikan tekstur renyah.
- Olahan Daging Bebek: Berbeda dari lontong sayur pada umumnya, Lontong Dekem kerap diberi pelengkap berupa olahan daging bebek yang memperkaya cita rasa gurihnya.
Tak lengkap menikmati sajian ini tanpa sate ayam khas yang menyertainya. Terdapat dua variasi sate pendamping, yakni sate goreng kering dengan tusukan bambu, serta sate berkuah yang disiram santan dan taburan serundeng kelapa.
Jejak Kuliner Sejak Era Sembilan Puluhan
Kelahiran Lontong Dekem dalam lanskap kuliner Pemalang mulai tercatat sejak kurun waktu 1990-an. Berawal dari tradisi jajanan malam yang dijajakan secara sederhana di warung-warung tenda, kuliner ini dengan cepat memikat hati warga lokal hingga menjadi salah satu identitas kuliner daerah.
Hingga kini, Lontong Dekem terus bertahan sebagai pilihan santapan sore dan malam hari. Teknik pengolahan yang dipertahankan secara turun-temurun menjadikan kelezatannya tetap autentik, menegaskan posisinya sebagai kekayaan budaya kuliner khas dari Kabupaten Pemalang.